Polisi Dibenci Tetapi Dirindu

Profesi yang dilematis adalah profesi polisi. Karena di satu sisi profesi polisi itu sebenarnya sangat mulia. Melindungi dan melayani masyarakat, sehingga sangat dibutuhkan kehadirannya di masyarakat, apabila tidak ada polisi, maka kemacetan lalu lintas akan semakin parah, walaupun kemacetan memang sudah cukup parah. Jika ada perampokan, polisilah yang maju bertaruh nyawa untuk menangkap, jika tidak berhasil menangkap justru malah jiwa melayang.

Namun di sisi lain, masyarakat juga menganggap polisi bukanlah profesi yang cukup bersih. Sudah menjadi fenomena sehari-hari jika ada sejumlah oknum polisi nongkrong di sudut jalan menanti korban untuk ditilang. Lalu ujung-ujungnya minta uang. Ada juga sejumlah oknum reserse mengorek keterangan dari tersangka dengan berbagai pukulan, gamparan, tendangan, hingga jepitan ujung kaki meja untuk memuluskan pengakuan, walaupun belum tentu si tersangka melakukan kesalahan. Selain hal itu jika mau didata, mungkin sangat banyak tindak kejahatan yang melibatkan oknum polisi.

Padahal berprofesi sebagai polisi adalah hal yang sangat mulia To protect and to serveMelindungi dan melayani masyarakat harus menjadi prinsip dalam setiap jiwa insan bhayangkara.

Bagi yang sudah terlanjur benci dengan profesi ini, ya memang tidak mudah untuk menumbuhkan cinta terhadap polisi. Paling tidak, Polri sebagai institusi telah melakukan usaha-usaha keras mengubah citra Kepolisian di mata masyarakat.

Masyarakatpun harus jujur mengakui setiap prestasi yang berhasil Polri raih. Apresiasi dari masyarakat dapat menjasi motivasi untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Namun Polri pun tidak boleh berbesar hati ketika berhasil meringkus pengedar narkoba atau gembong terorisme. Karena Selama masyarakat masih belum percaya dengan kinerja Polri, selama itu pula pekerjaan rumah korps kepolisian masih banyak

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment